Langsung ke konten utama

Porsi Kita Masing-masing

Satu hal yang menjadi kelemahanku, aku tidak pernah bisa membendung air mata jika sudah menyinggung tentang perasaan. Sore itu, aku bertemu dengannya lagi setelah sekian lama menahan rinduku. Aku menangis sedalam-dalamnya tanpa suara, mungkin sakit yang tertahan ini tidak tahu bagaimana meluapkannya. Aku menggerutu tentang semua isi batinku, ku tumpahkan semua kesakitanku selama ini.

“aku masih nyoba, aku nyoba buat jadi apa yang kamu mau. Tapi aku gak bisa sepenuhnya tanpa kamu, aku masih harus belajar” ujarku terisak.

Dia diam memperhatikanku, diraihnya tanganku untuk di genggamnya. Seketika hangat merajai seluruh tubuhku, “Dia selalu bisa membuatku tenang”.

Aku lemah, Kubiarkan tanganku tenang digenggamannya. Air mataku mulai mereda, namun masih saja aku tidak berani menatapnya. Hanya sesekali, lalu menunduk lagi. Dia menatapku seksama, seperti sangat paham tentang sakitku.

“Bisakah kita jalani ini dengan porsi kita masing-masing” genggaman tangannya terasa semakin erat.

“Aku sayang kamu, tapi inilah aku… aku tidak bisa sepenuhnya berubah jadi yang kamu mau. Kamupun begitu, gak mungkin aku maksa kamu buat jadi seperti yang aku mau. Bisakah kita jalan dengan porsi kita masing-masing?”

Mungkin ini arti dari “porsi kita masing-masing”, aku yang selalu merindukannya dan dia yang selalu mengabaikan yang merindukannya. Bukankah aku dan Dia hebat mampu bertahan sejauh ini?

untuk pria yang namanya selalu ku tunggu dilayar telpon genggamku,

seperti yang kamu bilang,“cinta terkadang gak harus dikemas secara manis”kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Mendengarkan Explosions In the Sky - Your Hand in Mine

"Perasaan terlalu luas untuk sekedar diwakili oleh kata-kata" Mungkin itu perumpaan yang cocok untuk musik yang sering disebut Postrock. Musik yang baru beberapa tahun belakangan saya kenal ini mulai menyentil telinga ketika pertama kali saya dengar atas saran seseorang. Saat pertama kali mendengarkan, dari intro hingga beberapa menit lagu itu berputar Saya mulai bosan, “ini mana yang nyanyi?” itu kalimat yang hingga sekarang masih saya ingat. Suatu malam Saya ulangi lagi mendengarkan lagu itu saat menjelang tidur, dari sinilah kekaguman akan genre musik satu ini muncul. Ibarat kemarau panjang kemudian diguyur hujan sehari, lagu-lagu beraliran postrock meneduhkan tidak hanya telinga, tapi juga otak bahkan jiwa. Saya tidak paham secara pasti bagaimana awal mula musik postrock berkembang, untuk hal satu ini saya tidak ingin mempelajarinya terlalu dalam, musik postrock jauh lebih nikmat didengarkan daripada sekedar memusingkan sejarahnya. Berdasarkan ke-soktauan s...

Pernah Alay

Semua orang pernah masuk dalam fase alaynya masing-masing tanpa mereka sadar, Seperti fenomena yang akhir-akhir ini Gue lihat di facebook atau twitter, mulai dari gaya bahasa besar kecil,huruf jadi angka angka jadi huruf “h4i,,LeH N4l?”Trus Gue harus jawab apa? “E4cHh, CpA Di SaN4?” bertahan 5 menit udah bagus deh, juling ini mata. Belum lagi Foto-foto gayanya pasti : 1) ambil angle poto dari atas, jari telunjuknya ditempelin ke bibir, kayak nyuruh anak kecil jangan berisik.. ngaaapppaaiinnn?? 2) Ini yang lagi marak, lagi trendnya HP BlackBerry, fotonya sok lagi ngutek-ngutek BBnya. Nah Gue?? Pose pakek ulekan mak Gue? 3) atau cowok yang biasanya moto wajahnya sendiri,ini bener-bener gak habis pikir deh. Cewek masih wajar,nah cowok?? Apalagi di imut-imutin gitu fotonya. Gue barusan ngubek-ubek folder foto Gue dan nemu foto lama gue,hahaha TERNYATA GUE PERNAH ALAY!! Gak afdol rasanya kalo Gue ngeledekin orang-orang alay terus, ini beberapa foto lama Gue pada jaman ALay dahulu kala ...

Petualangan Kelompok Bunga Matahari

Denger judul postingan itu pasti pada inget serial Shincan di RCTI tiap hari minngu jam 8 pagi (itu dulu,sekarang gak tau dia kemana). Jadi ceritanya hari minggu,5 Agustus kemarin Gue sama   Gefit teman sepermainan gue melakukan suatu ritual geje orang galau (Kita sebut begitu karena sering kita lakukan pas galau). Sekitar jam 6pagi Gefit datang jemput gue, dan disinilah petualangan hari ini dimulai: Tujuan pertama kita ke TP Pagi. Buat warga Surabaya pasti gak asing lagi sama tempat 1 ini. TP Pagi bukan “Tunjungan Plaza Pagi” (itu pikiran gue dulu,jangan ditiru gobloknya), ternyata “Tugu Pahlawan Pagi”.Heem,lokasinya memang disekitaran Tugu Pahlawan. Gak susah kok cari tempatnya, Weekend pagi berangkat aja ke Tugu Pahlawan. Kalo nemu lapak-lapak orang jualan ya disitu tempatnya.Ini tempat buat cari barang-barang second, terutama baju-baju gitu. Jangan salah… gak semua yang second identik dengan murahan. Kalo kamu pintar memilih dan memilah banyak kok barang-barang unik d...