Langsung ke konten utama

Hujan, di Satu Waktu

Hujan adalah salah satu waktu yang tepat untuk berdoa.

Hujan malam ini ingin aku persembahkan untuk dia. Dia yang tidak pernah bisa kusebut namanya. Dia yang berada jauh disana, terpisah jarak beberapa ratus kilometer dari tempatku berpijak saat ini.

Tidak banyak yang aku minta saat ini. Aku hanya berharap semoga dia dalam keadaan baik dan bahagia.

Aku kira melupakannya adalah hal yang sangat mudah. Terlebih lagi kami dipisahkan jarak. Kami jarang bertegur sapa. Hanya mampu mengingat jika kita pernah bersama. Bersama tidak selamanya harus menjadi sepasang. Buktinya kami hanya dipertemukan, tidak untuk disatukan. Andai takdir satu ini bisa berubah...

Kami pernah melewati waktu bersama saat hujan mirip seperti malam ini. Entah apa namanya yang ada dalam hati ini, perlahan tapi pasti dia menetap disini, tanpa bisa aku menyadarinya.

Mungkin sejak aku sadar senyumnya teduh 2.5tahun yang lalu.. Entahlah.. Aku bingung menjelaskannya. Ini gila, tapi ini nyata..

Aku kira dengan diam, hal ini akan pergi dengan sendirinya. Tapi ternyata tidak. Bagaimana bisa yang paling jarang dilihat, justru dia yang paling lama menetap dalam hati.

Hujan.. Akankah kau mempersatukan kami lagi dalam satu waktu? Jika iya, seandainya saja aku berani berucap. Tapi apa daya.. Aku selamanya hanya bisa diam.

*tidak selamanya yang kamu baca ini aku.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Mendengarkan Explosions In the Sky - Your Hand in Mine

"Perasaan terlalu luas untuk sekedar diwakili oleh kata-kata" Mungkin itu perumpaan yang cocok untuk musik yang sering disebut Postrock. Musik yang baru beberapa tahun belakangan saya kenal ini mulai menyentil telinga ketika pertama kali saya dengar atas saran seseorang. Saat pertama kali mendengarkan, dari intro hingga beberapa menit lagu itu berputar Saya mulai bosan, “ini mana yang nyanyi?” itu kalimat yang hingga sekarang masih saya ingat. Suatu malam Saya ulangi lagi mendengarkan lagu itu saat menjelang tidur, dari sinilah kekaguman akan genre musik satu ini muncul. Ibarat kemarau panjang kemudian diguyur hujan sehari, lagu-lagu beraliran postrock meneduhkan tidak hanya telinga, tapi juga otak bahkan jiwa. Saya tidak paham secara pasti bagaimana awal mula musik postrock berkembang, untuk hal satu ini saya tidak ingin mempelajarinya terlalu dalam, musik postrock jauh lebih nikmat didengarkan daripada sekedar memusingkan sejarahnya. Berdasarkan ke-soktauan s...

Pernah Alay

Semua orang pernah masuk dalam fase alaynya masing-masing tanpa mereka sadar, Seperti fenomena yang akhir-akhir ini Gue lihat di facebook atau twitter, mulai dari gaya bahasa besar kecil,huruf jadi angka angka jadi huruf “h4i,,LeH N4l?”Trus Gue harus jawab apa? “E4cHh, CpA Di SaN4?” bertahan 5 menit udah bagus deh, juling ini mata. Belum lagi Foto-foto gayanya pasti : 1) ambil angle poto dari atas, jari telunjuknya ditempelin ke bibir, kayak nyuruh anak kecil jangan berisik.. ngaaapppaaiinnn?? 2) Ini yang lagi marak, lagi trendnya HP BlackBerry, fotonya sok lagi ngutek-ngutek BBnya. Nah Gue?? Pose pakek ulekan mak Gue? 3) atau cowok yang biasanya moto wajahnya sendiri,ini bener-bener gak habis pikir deh. Cewek masih wajar,nah cowok?? Apalagi di imut-imutin gitu fotonya. Gue barusan ngubek-ubek folder foto Gue dan nemu foto lama gue,hahaha TERNYATA GUE PERNAH ALAY!! Gak afdol rasanya kalo Gue ngeledekin orang-orang alay terus, ini beberapa foto lama Gue pada jaman ALay dahulu kala ...

Petualangan Kelompok Bunga Matahari

Denger judul postingan itu pasti pada inget serial Shincan di RCTI tiap hari minngu jam 8 pagi (itu dulu,sekarang gak tau dia kemana). Jadi ceritanya hari minggu,5 Agustus kemarin Gue sama   Gefit teman sepermainan gue melakukan suatu ritual geje orang galau (Kita sebut begitu karena sering kita lakukan pas galau). Sekitar jam 6pagi Gefit datang jemput gue, dan disinilah petualangan hari ini dimulai: Tujuan pertama kita ke TP Pagi. Buat warga Surabaya pasti gak asing lagi sama tempat 1 ini. TP Pagi bukan “Tunjungan Plaza Pagi” (itu pikiran gue dulu,jangan ditiru gobloknya), ternyata “Tugu Pahlawan Pagi”.Heem,lokasinya memang disekitaran Tugu Pahlawan. Gak susah kok cari tempatnya, Weekend pagi berangkat aja ke Tugu Pahlawan. Kalo nemu lapak-lapak orang jualan ya disitu tempatnya.Ini tempat buat cari barang-barang second, terutama baju-baju gitu. Jangan salah… gak semua yang second identik dengan murahan. Kalo kamu pintar memilih dan memilah banyak kok barang-barang unik d...